Welcome Di Blog Aadhew

Anak Perantau Pencari Jati Diri

AKU PERCAYA KAMU

Pernikahan melahirkan berbagai konsekuensi. Salah satunya adalah menjalani suka duka seumur hidup bersama pasangan. Kenyamanan hidup bersama pasangan bisa diperoleh bila tercipta rasa saling percaya diantara keduanya. Tanpa rasa percaya, suami istri tidak akan merasakan ketenangan batin. Yang akan muncul adalah sikap curiga terus menerus yang akhirnya meretakkan rumah tangga itu sendiri.
Menikah berarti menyempurnakan ibadah, bahkan bisa membuat kaya. Tengoklah surat An-nur ayat 32 : “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan menjadikan mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Singkirkanlah keraguan untuk menikah. Bertekadlah untuk menjadi pribadi mandiri yang bertanggungjawab. Menikmati hidup di masa muda bukan sekedar memperbanyak harta lalu membeli apapun yang diinginkan. Melainkan, bersyukur dengan melakukan sesuatu yang membuat hidup lebih bermakna. Jadikan menikah sebagai pilihan. Jika ada orang bertanya, jangan terus-menerus menjawab “belum siap”, tapi gantilah dengan “insya Allah, siap.”

Wahai calon pengantin, sebelum melangkah ke pelaminan ingatlah selalu pesan orangtua dalam memilih pendamping hidup. Ingatlah bahwa ridha Allah berada pada ridha orangtua. Jangan terpesona dengan penampilan fisik dan gelimang materi yang memabukkan. Sadarlah, roda hidup selalu berputar dan tak ada yang abadi di dunia ini. Cari suami dan istri sesuai bibit, bebet dan bobot yang Allah tentukan. Yang mampu mengimami dan pandai mengaji. Pilihlah pribadi yang bisa kau percaya keimanan, akhlak dan karakternya.

Wahai pengantin baru, masa awal pernikahan memanglah indah. Segalanya terasa indah, dunia serasa milik berdua. Tapi janganlah terlena karenanya. Ini adalah waktu untuk merencanakan masa depan, membangun rasa saling percaya dan memulai lembaran baru dengan ikhlas. Bila pendamping yang terpilih sesuai dengan kriteria yang dianjurkan Islam, insya Allah tak sulit untuk berkata, “Aku percaya padamu.”

Wahai para suami, saling percaya adalah buah dari memilih istri shalihah. Saat menceritakan masalah yang membuatmu geram, kata-kata bijaknya akan menyejukkan hatimu. Sepulang dari lelah mencari nafkah, dia akan menyambutmu dengan kata-kata yang membuatmu merasa tak sia-sia bekerja. Tak ada provokasi atau ghibah meluncur dari bibirnya, yang bisa membuatmu merasa iri,terhina ataupun marah. Kau percaya bahwa dia mampu mengurus rumah tangga dengan baik, menghindarkan diri dari fitnah dan menjaga aibmu.

Wahai para istri, saling percaya adalah buah dari memilih imam yang baik. Hati tetap tenang sekalipun waktu 24 jam terasa kurang baginya untuk bekerja. Tak ada gundah meskipun dia berada jauh di benua lain. Tak ada prasangka buruk seandainya ada sms atau nama seorang perempuan memanggil dari layar handphone-nya. Kau percaya bahwa kesibukannya di luar rumah semata bertujuan untuk memperkuat kondisi rumah tanggamu dengannya. Begitu juga denganmu, suamimu berhak untuk tahu setiap ada SMS atau telpon masuk yang mengusilimu atau mengganggumu.

Wahai pasangan suami istri, niat yang baik, kriteria yang baik dan cara yang baik dalam memulai perkawinan adalah bekal untuk dapat saling percaya. Jika pasangan suami istri saling percaya, hasilnya adalah saling mendukung dan saling menghargai. Suami dan istri dapat mengembangkan diri demi meningkatkan kualitas anak-anak kelak. Hati tak dikotori prasangka, pikiran terbebas dari curiga, hidup pun terasa tenang. Semua dimulai dari saling percaya.

Sikap saling percaya tidak tumbuh begitu saja. Pupuknya adalah kejujuran dan keterbukaan dalam menyikapi berbagai peristiwa dalam hidup. Tak perlu melebih-lebihkan atau mengurangi porsi fakta dalam sebuah kisah. Keberhasilannya tergantung dari usaha pasangan suami istri. Seperti yang dikatakan Aisyah ra, “Pernikahan itu sangat sensitif dan tergantung kepada kepribadian masing-masing untuk mendapatkan kemuliannya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: